Yang telah berakhir
Selamat malam tuan.
sudah lama sejak terakhir kali aku menulis tentangmu.
malam ini kuputuskan menulis sesuatu tentangmu.
kali ini aku datang dengan tulisan yang mungkin untuk terakhir kalinya aku menulis tentangmu.
setelah beberapa tahun terakhir. kurasa aku sudah melupakan tentangmu.
semua perasaanku tentangmu.
sudah kupastikan perasaan ini berakhir untukmu!
ya.. aku yakin setelah beberapa hari lalu aku bertemu denganmu.
aku hampir saja tak mengenalimu. kalau saja orang yang mengantri dibelakangku tak menyebutkan namamu mungkin aku tak tahu kalau yang di depan sana. penerima antrian panjang ini adalah dirimu.
lalu aku melihatmu.duduk dengan tenang melayani orang-orang yang mengantri. hanya sepersekian detik lalu aku menundukkan kepalaku.
aku hanya merasa sedikit tidak nyaman saat melihatmu dan mengetahui kenyataan mungkin aku akan bertemu langsung denganmu disini.
lalu.. tiba saat giliranku. aku tadinya sempat berharap jangan dirimu.. aku sedang tak ingin bertemu denganmu.
tapi.. ya sekali lagi.. garis hidup kita bersinggungan.
kau menyapaku hangat, bertanya apakah aku juga ikut mendaftar.
ya.. tentu saja! untuk apa aku disini kalau bukan untuk mendaftar.
ternyata kau masih mengingatku. itu yang terlintas sesaat setelah aku beranjak dari antrian itu.
tapi.. saat itu juga aku menyadari bahwa memang sudah tak ada perasaan yang tertinggal untukmu.
aku tak lagi merasakan debaran seperti dulu.
.....
kau menyapaku hangat, bertanya apakah aku juga ikut mendaftar.
ya.. tentu saja! untuk apa aku disini kalau bukan untuk mendaftar.
ternyata kau masih mengingatku. itu yang terlintas sesaat setelah aku beranjak dari antrian itu.
tapi.. saat itu juga aku menyadari bahwa memang sudah tak ada perasaan yang tertinggal untukmu.
aku tak lagi merasakan debaran seperti dulu.
.....
Posted 5th November 2014 by Jessayu
