Tulisan ...
saya ingin menulis.
apa saja.
ada banyak ide yang sedang berkeliaran di otak saya.
bagai benang kusut yang saling berkaitan
tulisan-tulisan saya yang ... entahlah ...
tak pernah sesuai dengan apa yang saya ingin tuliskan.
seperti kepingan-kepingan masalah yang tak punya titik temu.
atau aku harus punya masalah dulu agar bisa menulis?
saya jadi teringat saat jaman kuliah dulu ( ah padahal itu baru 2 tahun lalu )
ada mata kulia, "Keterampilan Menulis 2"
kami disuruh menulis tentang kejadian yang kami alami sesuai urutan waktu.
kami disuruh membuat karangan entah itu eksposisi, eksplanasi atau deskripsi.
saya rasa itu gabungan dari ketiganya.
yang saya tahu hanya kejadian yang berdasarkan urutan waktu.
saya ingat seorang teman maju untuk membacakan karangannya.
karangan yang sangat simpel yang berjudul
"pria baik hati"
dia bercerita tentang kegiatan seorang pria sebut saja dia "david" ( itu yang dia bilang )
david adalah seorang pemuda yang sedang melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah.
pada suatu hari dia berangkat kulia dengan mengendarai motor barunya.
pada saat itu hari sedang teriknya. dan dia tampaknya sedikit akan telat masuk kelas.
dia memacu kendaraannya dengan laju.
perjalan ke kampusnya cukup jauh melewati beberapa tikungan dan tanjakan.
pada saat di sebuah lampu merah.
dari kejauhan. didekat tiang lampu merah dia melihat seekor anak kucing.
anak kucing itu sepertinya telah ditinggalkan oleh induknya atau mungkin tersesat dan terpisah dari induknya.
dia merasa iba dan kasihan melihat anak kucing itu.
lalu lampu berubah kuning lalu hijau, dia dikagetkan dengan klakson pengendara lain yang tidak sabaran.
diapun memacu kendaraannya laju melewati anak kucing yang kasihan itu.
dan akhirnya pemuda itu sampai ke kampus. "END"
kami yang sedari tadi mendengarkan dan penasaran kebaikan seperti apa yang akan dilakukan si pemuda tadi. hanya bisa terdiam dan sedikit mengeryitkan kening.
mencoba mencerna cerita dari teman kami itu. barangkali ada cerita atau kalimat yang kami lewatkan.
akupun hanya diam, dan memandang wajah dosen kami.
dahinya mengkerut. wajahnya datar. seperti sedang memikirkan sesuatu.
pada akhirnya dia mengeluarkan sepatah kata.
"hanya itu?" tanya dosen kami.
"iya pak" jawab temanku dengan yakin.
lalu kami tertawa terbahak-bahak, beberapa teman yang lain hanya menggerutu kecil. kesal seperti dipermainkan.
"dimana pria yang baik hati itu?" tanya dosen kami
"tadi pak dicerita, pemuda yang berangkat kuliah"
"baik hatinya dimana? apa yang dilakukan pemuda itu? tanya dosen kami dengan nada sedikit kesal merasa dipermainkan.
"tadi pak waktu dia liat anak kucing merasa kasian" jawab teman kami masih merasa benar.
"kasian saja bukan berarti baik, kecuali pemuda tadi berbalik memutar kendaraan dan mengambil kucing tadi atau memberinya makan atau apalah perbuatan baik yang dilakukan" ucap dosen kami dengan nada sedikit tinggi.
kami sekali lagi menertawakan teman kami itu.
sejujurnya dalam mata kulia ini pun saya mendapatkan nilai yang pas-pasan. tapi dari mata kulia ini saya mempunyai keinginan kuat untuk menulis.
entah menulis apa. yang pasti menuangkan pikiran-pikiran atau yang biasa disebut ide dalam sebuah tulisan.
bukan sembarang tulisan. bukan seperti tulisan teman saya itu. tulisan yang pantas dibaca tentunya.
Posted 21st February 2015 by Jessayu
