Seorang Penonton

                       Seorang Penonton

Akhir-akhir ini aku sering nonton drama.
memperhatikan setiap adegannya, memperhatikan setiap tokohnya, memperhatikan setiap perannya.
agar mengerti dengan jelas jalan ceritanya.
terkadang aku menyukai ending sebuah drama yang aku tonton, tapi terkadang aku juga mendapati ending yang tak aku sukai.

Apakah sang sutradara membuat ending suatu cerita sesuka hatinya? atau sesuai keinginan penonton? apakah sutradara tahu bahwa ending yang di buat adalah yang terbaik?

Kata orang-orang bahwa kehidupan ini adalah sebuah drama, dan dunia ini adalah sebuah panggungnya. panggung sandiwara.
setiap orang memainkan perannya.
tidak semua menjadi pemain yang baik.
tidak semua memainkan peran protagonis,dan terkadang yang kita anggap antagonis malah sebaliknya.

Dan aku??  tak terkecuali, akupun memainkan peranku sendiri.
aku adalah pemain utama dalam sebuah cerita kehidupanku.
aku tentu memainkan peran protagonis tapi terkadang aku juga memainkan peran antagonis.
dan terkadang menjadi pemain figuran dalam cerita orang-orang disekitarku.

Dan kamu? kamu juga memainkan peranmu, aku kagum akan dirimu yang begitu piawai memainkan peranmu, dan terkadang menjadikan dirimu seorang sutradara dalam kehidupanmu sendiri.
sepertinya kamu memainkan peranmu sesuai dengan naskah yang telah kau buat sendiri dengan sangat baik.

Saat ini aku hanya seorang penonton, dengan setia mengikuti setiap episode dalam hidupmu.
sepertinya aku mulai menjadi seorang penggemar.
dan berharap suatu saat aku mendapatkan peran dalam sebuah episode kehidupanmu.
bisakah itu terjadi? ah.. aku harus mengikuti sebuah casting tentunya, apakah aku pantas atau tidak menjadi salah satu pemeran di sebuah episode kehidupanmu. entah itu menjadi peran pembantu atau peran tambahan.

Tapi aku berharap bisa memainkan peran bersamamu, menjadi pemeran pendamping. dan bermain di panggung yang sama denganmu.



Posted by
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai